Penerapan kurikulum 2013, yang menerapkan metode belajar siswa lebih
aktif belum sepenuhnya diminati. Hal ini lebih disebabkan masih
kurangnya sarana dan prasarana penunjang. Kondisi ini yang membuat
reaksi kalangan siswa beragam.
Emmy Silaban, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) 1Teluk Mengkudu
mengatakan, setuju dengan adannya penerapan kurikulum baru. Menurutnya
Kurikulum baru ini lebih mengajarkan siswa untuk lebih disiplin,
sehingga ketika masuk bangku kuliah tidak akan terkejut lagi untuk
mengerjakan tugas-tugas yang berat.
"Jumlah jam pelajaran
bertambah, sehingga tugas pun lebih banyak. Tapi kalau sudah terbiasa
dari sekarang, sehingga jika kuliah nanti tidak akan ada masalah," ujar Emmy.
Dia mengaku,
banyak teman-temannya yang mengeluh tapi itu semua seharusnya tidak
menjadi alasan, karena tinggal mengatur waktu saja. "Kalau memang merasa
lelah, tinggal kurangi kegiatan yang tidak penting. Banyak teman-teman
yang mengaku berat, tetapi waktu yang ada tidak dipakai untuk membuat
tugas tapi hanya dihabiskan pada kegiatan yang tidak penting seperti
berselancar di dunia maya sampai tengah malam," kata siswa kelas 10 ini.
Hal
senada disampaikan Fitri siswi SMA N 1 Kebun Kacang dia
juga dengan setuju penerapan kurikulum 2013. Menurut gadis yang menyukai
mata pelajaran Kimia ini, kurikulum 2013 terasa lebih menyenangkan
daripada kurikulum yang lama. "Kurikulum 2013 lebih enak, karena proses
pembelajaran tidak monoton. Siswa harus aktif bertanya, dan lebih banyak
kegiatan eksplorasi berupa praktik," kata siswi bekulit putih ini
dengan mata berbinar.
Meskipun jam pelajaran mencapai 42 jam per
minggu dengan jumlah jam pelajaran mencapai tujuh jam per hari, dimulai
dari pukul 07.00 hingga pukul 14.00, tapi dia tidak bosan selama berada
di sekolah.
Dia pun tidak keberatan apabila harus mempelajari
kurikulum lintas minat yang mewajibkan para siswa mengambil satu
matapelajaran di luar kelompok kurikulum peminatan mereka.
Berbeda
dengan Fitri, Indah (16), siswa SMA Negeri 1 Teluk Mengkudu, mengatakan
kurikulum 2013 akan terasa lebih mudah jika para siswa-siswi sudah
terbiasa. Baik dari segi penilaian maupun metode pembelajaran sangat
berbeda dengan kurikulum yang lama.
Penilaian dari skala 1-4,
apabila Indeks Prestasi (IP) hanya mencapai angka 3, maka mereka tidak
akan naik kelas. Selain itu metode pembelajaran yang mengharuskan para
siswa mencari tahu terlebih dulu mengenai matapelajaran yang akan
dipelajari dan guru tinggal melengkapi, menjadi tantangan tersendiri
bagi dirinya.
"Mungkin belum terbiasa, makanya terasa lebih susah
karena penerapan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 baru pada 2014. Kalau
sekolah lain sudah dari tahun lalu," terang siswa yang bertubuh tinggi
dan besar ini.
Begitu pula dengan Juliana Manurung siswa SMK N 1 Teluk Mengkudu tersebut merasa keberatan dengan penerapan kurikulum yang baru. Karena
semua materi pelajaran hanya dicari di internet dan tidak memakai buku
cetak. "Baik tugas maupun pelajaran semuanya dicari di internet. Sudah
tidak ada lagi buku cetak," kata dara yang berdomisili di Paal IV ini.
Kepala
Bidang Pendidikan Manado, Yandri Sampela, memang belum ada buku yang
tersalurakan di sekolah-sekolah. Tapi saat ini pengadaan buku cetak
sementara dalam proses. "Buku cetak sementara dalam pendistribusian,"
katanya. Dia juga mengatakan semua SMA dan SMK di Teluk Mengkudu sudah menerapkan Kurikulum 2013. "Total ada 1 SMA dan1 SMK yang sudah menerapkan Kurikulum yang baru," ujar dia.
Sementara itu, beberapa orangtua menyambut baik kurikulum 13, yang menjadi acuan pendidikan dasar di Indonesia saat ini.
Dan Ini pendapat tentang kurukulum 13 oleh salah seorang guru di SMA N 1 Teluk Mengkudu
"Menurut
saya kurikulum 13 lebih bagus daripada kurikulum sebelumnya karena di
situ sudah ada khusus pelajaran berkaitan minat-minta siswa, banyak
Pekerjaan Rumah (PR) dan saya lebih setuju karena kurikulum 2013
mementingkan pendidikan moral dan pendidikan agama. Kurikulum
13 dan setelah dipelajarinya, pilihan pemerintah ini memang baik.
"Saya
sangat setuju dengan kurikulum 13 ini. Ada penekanan praktek lebih dari
teori, yang dalam satu pelajaran bisa mencakup beberapa mata pelajaran
sekaligus dengan sistem tematik. Kemudian lebih berkosentrasi
mengajarkan anak-anak bersikap sopan santun, moral baik maka nasib
bangsa ini pasti akan lebih baik,"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar