Minggu, 05 Oktober 2014

Pendapat Siswa Dan Guru Mengenai KURIKULUM 13

            Penerapan kurikulum 2013, yang menerapkan metode belajar siswa lebih aktif belum sepenuhnya diminati. Hal ini lebih disebabkan masih kurangnya sarana dan prasarana penunjang. Kondisi ini yang membuat reaksi kalangan siswa beragam.
Emmy Silaban, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) 1Teluk Mengkudu mengatakan, setuju dengan adannya penerapan kurikulum baru. Menurutnya Kurikulum baru ini lebih mengajarkan siswa untuk lebih disiplin, sehingga ketika masuk bangku kuliah tidak akan terkejut lagi untuk mengerjakan tugas-tugas yang berat.
"Jumlah jam pelajaran bertambah, sehingga tugas pun lebih banyak. Tapi kalau sudah terbiasa dari sekarang, sehingga jika kuliah nanti tidak akan ada masalah," ujar Emmy.
Dia mengaku, banyak teman-temannya yang mengeluh tapi itu semua seharusnya tidak menjadi alasan, karena tinggal mengatur waktu saja. "Kalau memang merasa lelah, tinggal kurangi kegiatan yang tidak penting. Banyak teman-teman yang mengaku berat, tetapi waktu yang ada tidak dipakai untuk membuat tugas tapi hanya dihabiskan pada kegiatan yang tidak penting seperti berselancar di dunia maya sampai tengah malam," kata siswa kelas 10 ini.
Hal senada disampaikan Fitri  siswi  SMA N 1 Kebun Kacang dia juga dengan setuju penerapan kurikulum 2013. Menurut gadis yang menyukai mata pelajaran Kimia ini, kurikulum 2013 terasa lebih menyenangkan daripada kurikulum yang lama. "Kurikulum 2013 lebih enak, karena proses pembelajaran tidak monoton. Siswa harus aktif bertanya, dan lebih banyak kegiatan eksplorasi berupa praktik," kata siswi bekulit putih ini dengan mata berbinar.
Meskipun jam pelajaran mencapai 42 jam per minggu dengan jumlah jam pelajaran mencapai tujuh jam per hari, dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 14.00, tapi dia tidak bosan selama berada di sekolah.
Dia pun tidak keberatan apabila harus mempelajari kurikulum lintas minat yang mewajibkan para siswa mengambil satu matapelajaran di luar kelompok kurikulum peminatan mereka.
Berbeda dengan Fitri, Indah (16), siswa SMA Negeri 1 Teluk Mengkudu, mengatakan kurikulum 2013 akan terasa lebih mudah jika para siswa-siswi sudah terbiasa. Baik dari segi penilaian maupun metode pembelajaran sangat berbeda dengan kurikulum yang lama.
Penilaian dari skala 1-4, apabila Indeks Prestasi (IP) hanya mencapai angka 3, maka mereka tidak akan naik kelas. Selain itu metode pembelajaran yang mengharuskan para siswa mencari tahu terlebih dulu mengenai matapelajaran yang akan dipelajari dan guru tinggal melengkapi, menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
"Mungkin belum terbiasa, makanya terasa lebih susah karena penerapan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 baru pada 2014. Kalau sekolah lain sudah dari tahun lalu," terang siswa yang bertubuh tinggi dan besar ini.
Begitu pula dengan Juliana Manurung siswa SMK N 1 Teluk Mengkudu tersebut merasa keberatan dengan penerapan kurikulum yang baru. Karena semua materi pelajaran hanya dicari di internet dan tidak memakai buku cetak. "Baik tugas maupun pelajaran semuanya dicari di internet. Sudah tidak ada lagi buku cetak," kata dara yang berdomisili di Paal IV ini.
Kepala Bidang Pendidikan Manado, Yandri Sampela, memang belum ada buku yang tersalurakan di sekolah-sekolah. Tapi saat ini pengadaan buku cetak sementara dalam proses. "Buku cetak sementara dalam pendistribusian," katanya. Dia juga mengatakan semua SMA dan SMK di Teluk Mengkudu sudah menerapkan Kurikulum 2013. "Total ada 1 SMA dan1 SMK yang sudah menerapkan Kurikulum yang baru," ujar dia.
Sementara itu, beberapa orangtua menyambut baik kurikulum 13, yang menjadi acuan pendidikan dasar di Indonesia saat ini.
Dan Ini pendapat tentang kurukulum 13 oleh salah seorang guru di SMA N 1 Teluk Mengkudu
"Menurut saya kurikulum 13 lebih bagus daripada kurikulum sebelumnya karena di situ sudah ada khusus pelajaran berkaitan minat-minta siswa, banyak Pekerjaan Rumah (PR) dan saya lebih setuju karena kurikulum 2013 mementingkan pendidikan moral dan pendidikan agama.  Kurikulum 13 dan setelah dipelajarinya, pilihan pemerintah ini memang baik.
"Saya sangat setuju dengan kurikulum 13 ini. Ada penekanan praktek lebih dari teori, yang dalam satu pelajaran bisa mencakup beberapa mata pelajaran sekaligus dengan sistem tematik. Kemudian lebih berkosentrasi mengajarkan anak-anak bersikap sopan santun, moral baik maka nasib bangsa ini pasti akan lebih baik,"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar